Wuling Eksion PHEV Dibedah, Tenaga Besar dan ADAS Jadi Sorotan

Otomotif186 Views

Wuling Eksion PHEV Dibedah, Tenaga Besar dan ADAS Jadi Sorotan Wuling akhirnya membuka lebih jelas sosok Eksion untuk pasar Indonesia, termasuk varian Plug in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV yang langsung menarik perhatian karena menggabungkan format SUV 7 penumpang, sistem elektrifikasi, dan paket fitur keselamatan modern. Di situs resminya, Wuling menyebut Eksion tersedia dalam dua pilihan penggerak, yakni EV dan PHEV, dengan posisi sebagai medium SUV keluarga. Untuk varian PHEV, Wuling menonjolkan Ling Power Hybrid System, Magic Battery Pro, serta total jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 kilometer. Wuling juga menegaskan bahwa Eksion dibekali ADAS Level 2, enam airbag, struktur baja berkekuatan tinggi, dan ISOFIX.

Kehadiran model ini penting karena pasar SUV keluarga di Indonesia sedang bergerak ke arah yang makin kompleks. Konsumen bukan hanya mencari kabin lega, tetapi juga efisiensi, teknologi bantuan berkendara, dan pengalaman berkendara yang lebih tenang untuk rute harian maupun perjalanan jauh. Dalam konteks itu, Eksion PHEV mencoba masuk sebagai paket yang lengkap. Ia bukan sekadar SUV 7-seater biasa, melainkan model elektrifikasi yang tetap memberi rasa aman dari sisi jarak tempuh. Itu yang membuat pembahasan soal spesifikasinya menjadi menarik, dari angka tenaga, dimensi, baterai, sampai fitur ADAS yang dibawanya.

Eksion PHEV Diposisikan Sebagai SUV Keluarga yang Lebih Fleksibel

Dari penjelasan resmi Wuling, Eksion dirancang untuk kebutuhan mobilitas keluarga modern. Mobil ini masuk kategori SUV 7-seater dengan kabin lapang, panoramic sunroof, dan desain Muscular Flowline yang dibuat agar terlihat kuat sekaligus modern. Wuling juga menyebut model ini cocok untuk keluarga mapan, pasangan profesional, hingga pengguna urban berusia 30 sampai 50 tahun yang punya mobilitas tinggi. Artinya, Eksion tidak diposisikan sebagai SUV bergaya petualang murni, melainkan kendaraan keluarga yang harus nyaman dipakai di kota sekaligus tetap siap diajak bepergian jauh.

Varian PHEV memberi lapisan fleksibilitas tambahan. Dalam penjelasan Wuling, sistem hybrid ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dengan dukungan Ling Power technology. Konsep seperti ini penting untuk pasar Indonesia karena masih banyak konsumen yang tertarik ke elektrifikasi, tetapi belum sepenuhnya nyaman mengandalkan kendaraan listrik murni untuk seluruh pola perjalanan. Dengan PHEV, pengguna bisa menikmati sensasi elektrifikasi sekaligus tetap punya cadangan daya jelajah yang panjang.

Desain dan Dimensi Jadi Fondasi Karakter Eksion

Kalau melihat proporsinya, Eksion PHEV memang disiapkan untuk bermain di ruang SUV keluarga menengah. ANTARA menyebut dimensi Eksion berada di kisaran panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dengan jarak sumbu roda 2.810 mm. Ukuran ini memberi gambaran bahwa Eksion berada di kelas yang mengutamakan kabin lega, tetapi belum masuk ke area SUV bongsor yang terlalu sulit dipakai di kota. Di sisi resmi Wuling global, model basisnya yaitu Xing Guang S juga disebut menawarkan bagasi hingga 1.768 liter saat kursi belakang dilipat.

Wuling sendiri menekankan elemen desain seperti X-shaped lights, floating roof, pelek 18 inci, dan garis bodi yang dibuat proporsional. Bahasa desain ini penting karena pasar SUV keluarga sekarang tidak cukup hanya menjual ruang kabin. Penampilan luar juga harus terlihat matang. Eksion mencoba menjawab hal itu lewat kombinasi tampang modern, format 7-seater, dan nuansa yang tidak terlalu konservatif. Ia tetap diarahkan untuk keluarga, tetapi tidak ingin terlihat seperti mobil yang hanya fokus pada fungsi.

Spesifikasi Mesin dan Motor Listriknya Jadi Bagian yang Paling Dicari

Bagian yang paling banyak dicari dari Eksion PHEV tentu ada pada jantung penggeraknya. Berdasarkan laporan ANTARA, varian PHEV menggendong mesin 1.5 liter yang menghasilkan tenaga 105 hp dan torsi 130 Nm, lalu dipadukan dengan motor listrik yang menyumbang tenaga 195 hp dan torsi 230 Nm. Angka ini menunjukkan bahwa Wuling tidak menjadikan varian PHEV sekadar versi hemat bahan bakar, tetapi juga kendaraan yang tetap punya dorongan tenaga yang cukup meyakinkan untuk ukuran SUV keluarga.

Di luar angka lokal itu, sumber resmi GM China untuk Xing Guang S menyebut sistem PHEV-nya memakai mesin dedicated hybrid dan sistem penggerak listrik efisien dengan output hingga 150 kW dan torsi puncak 310 Nm, serta akselerasi 0 sampai 100 km per jam dalam 7,9 detik. Ada kemungkinan perbedaan cara penyajian data antara output komponen lokal per mesin dan motor, dengan output sistem penggerak yang digunakan pada model basis global. Namun keduanya tetap mengarah pada satu hal yang sama, Eksion PHEV bukan kendaraan yang kekurangan tenaga untuk penggunaan keluarga modern.

Kalau diterjemahkan ke bahasa pengguna sehari hari, kombinasi seperti ini biasanya memberi dua keuntungan utama. Pertama, tarikan awal cenderung lebih sigap berkat karakter motor listrik. Kedua, saat kecepatan menengah dibutuhkan untuk menyalip atau membawa beban keluarga penuh, sistem tetap punya cadangan tenaga yang cukup. Ini penting karena banyak konsumen Indonesia memakai SUV keluarga untuk berbagai skenario sekaligus, dari antar jemput harian sampai perjalanan lintas kota.

Jarak Tempuh Jadi Senjata Besar Varian PHEV

Wuling menempatkan isu jarak tempuh sebagai salah satu keunggulan utama Eksion PHEV. Di situs resminya, Wuling Indonesia menyebut varian PHEV mampu memberikan total jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 kilometer. Sumber resmi GM China untuk model dasarnya bahkan menyebut jangkauan gabungan lebih dari 1.100 kilometer, dengan pilihan jarak tempuh listrik murni 60 km dan 130 km. Konsumsi bahan bakarnya juga diklaim serendah 3,9 liter per 100 km pada standar NEDC. Sementara versi 60 km disebut mencatat 4,98 liter per 100 km di WLTC.

Angka ini sangat penting dari sudut pandang pasar. Konsumen yang tertarik pada elektrifikasi sering masih menyimpan kekhawatiran soal kenyamanan perjalanan jauh. PHEV seperti Eksion mencoba menjawab kegelisahan itu dengan pendekatan kompromi. Saat mobilitas harian pendek, pengguna bisa memanfaatkan mode elektrifikasi lebih optimal. Saat harus bepergian jauh, mesin bensin tetap memberi rasa aman. Karena itu, daya tarik utama model ini bukan hanya hemat, tetapi juga menenangkan.

Baterai dan Sistem Hybridnya Bukan Tempelan Biasa

Wuling menyebut varian PHEV memakai Magic Battery Pro bersama Ling Power Hybrid System. Nama ini bukan cuma ornamen pemasaran. Di model basis Xing Guang S, paket PHEV diketahui hadir dengan pilihan baterai 9,5 kWh dan 20,5 kWh. ANTARA juga sempat menyinggung kapasitas 20,5 kWh dalam pembahasan spesifikasi. Walau pada teksnya tertulis di bagian yang membuat konteksnya agak bercampur dengan varian listrik murni. Di sisi global, kombinasi baterai dan sistem penggerak inilah yang dipakai untuk menghadirkan dua opsi jarak tempuh EV murni tadi, 60 km dan 130 km.

Yang menarik, GM China juga menyebut semua model Xing Guang S mendukung fast charging 2C, dengan tambahan sekitar 200 km dalam 15 menit untuk versi EV dan pengisian dari 30 persen ke 80 persen dalam 20 menit. Pada varian PHEV, pendekatan baterai seperti ini menegaskan bahwa Wuling tidak menjadikan sistem plug-in sebagai pelengkap semata. Ia benar benar disiapkan untuk tetap memberi fungsi elektrifikasi yang terasa, bukan hanya angka di brosur.

Kabin dan Kenyamanan Jadi Modal Penting untuk Menarik Keluarga

Eksion PHEV tidak hanya menjual tenaga dan efisiensi. Wuling juga menaruh fokus besar pada kenyamanan kabin. Situs resmi Wuling menyebut konfigurasi 7-seater, panoramic sunroof hingga baris belakang, dan material kulit premium sebagai bagian utama kenyamanan. ANTARA menambahkan bahwa kabin Eksion dibalut kombinasi warna walnut brown dan carbon black untuk memberi kesan premium.

Pada model dasar global, kursi baris belakang 4/6 split-folding bisa direbahkan hingga 127 derajat, tersedia 23 ruang penyimpanan, serta kapasitas bagasi yang meluas saat kursi dilipat. GM China juga menyebut versi flagship memiliki kursi depan elektrik dengan ventilasi dan pemanas. Belum tentu seluruh detail itu identik untuk versi Indonesia. Tetapi gambaran umumnya menunjukkan bahwa Eksion dikembangkan dengan perhatian serius pada kenyamanan keluarga.

Layar tengah 12,8 inci dan panel instrumen digital 8,8 inci yang dilaporkan ANTARA juga memperkuat kesan modern. Ukuran ini menandakan bahwa Eksion ingin tampil sesuai ekspektasi SUV keluarga masa kini, di mana fungsi hiburan, pengaturan kendaraan. Kamera, dan sistem bantuan berkendara makin banyak terpusat di layar.

ADAS Level 2 Menjadi Fitur yang Paling Berpengaruh untuk Nilai Produk

Untuk urusan keselamatan aktif, Wuling dengan cukup jelas menonjolkan ADAS Level 2 pada Eksion. Situs resmi Wuling Indonesia menyebut sistem ini mencakup berbagai fungsi pencegahan tabrakan dan bantuan berkendara. Wuling memang belum merinci seluruh daftar fiturnya di halaman utama, tetapi penyebutan Level 2 sudah memberi gambaran bahwa mobil ini berada di kelas yang menuntut fitur bantu mengemudi lebih lengkap dari sekadar kamera parkir dan sensor dasar.

Sumber resmi GM China untuk Xing Guang S menambahkan bahwa model flagship dibekali Level 2 driving assistance system. Sementara seluruh model standar sudah mendapat 360-degree HD imaging dan transparent chassis. Jika pola ini dibawa ke versi Indonesia, maka ADAS Eksion kemungkinan akan dipadukan dengan kamera 360 dan visualisasi area bawah kendaraan. Sesuatu yang sangat berguna untuk SUV keluarga yang dimensinya cukup besar.

Dalam praktik penggunaan sehari hari, ADAS Level 2 biasanya sangat berarti untuk perjalanan tol, kemacetan, dan rute luar kota. Konsumen keluarga semakin memperhatikan fitur seperti ini karena bukan hanya soal gengsi teknologi, tetapi soal rasa tenang. Ketika mobil bisa membantu menjaga jarak, memperingatkan potensi tabrakan, atau mendukung kestabilan saat berkendara, nilainya terasa langsung.

Perlindungan Pasifnya Juga Tidak Main Main

Di luar ADAS, Wuling juga menekankan perlindungan pasif yang cukup serius. Situs resmi menyebut adanya struktur baja berkekuatan tinggi, enam airbag, ISOFIX, dan Magic Battery Pro dengan standar keamanan tinggi. GM China memberi detail lebih jauh untuk model dasarnya, yakni penggunaan six-ring steel frame. Porsi high-strength steel sebesar 82,5 persen, 24 titik benturan kunci dengan komponen hot-formed 1.500 MPa, serta battery box dengan struktur baja ultra kuat.

Penjelasan seperti ini penting karena pasar PHEV dan EV sering tidak hanya dinilai dari efisiensi, tetapi juga dari rasa aman terhadap baterai. Wuling jelas berusaha menegaskan bahwa mereka memahami kekhawatiran tersebut. Jadi, saat orang membahas Eksion PHEV, fokusnya tidak berhenti pada tenaga atau jarak tempuh. Tetapi juga bagaimana struktur kendaraan dan sistem baterainya dirancang untuk menjaga penumpang.

Suspensi dan Karakter Kendaraannya Mengarah ke Kenyamanan

Untuk sektor kaki kaki, ANTARA menyebut Eksion memakai suspensi depan MacPherson dan belakang multi-link independent. GM China juga menyampaikan hal yang sama untuk Xing Guang S, dengan penekanan bahwa setup ini dibuat untuk memberi kenyamanan lebih baik di berbagai kondisi jalan. Buat sebuah SUV keluarga, pilihan ini penting. Banyak konsumen Indonesia tidak hanya memikirkan jalan mulus dalam kota, tetapi juga rute luar kota, jalan bergelombang, dan penggunaan penuh penumpang.

Suspensi belakang multi-link biasanya memberi keuntungan dalam menjaga kualitas redaman dan kestabilan lebih baik dibanding setup yang lebih sederhana. Kalau dikawinkan dengan karakter motor listrik yang responsif. Hasil akhirnya bisa membuat Eksion PHEV terasa cukup meyakinkan sebagai kendaraan keluarga yang tidak kikuk dibawa harian.

Eksion PHEV Menawarkan Paket yang Sulit Diabaikan

Kalau seluruh spesifikasinya dirangkum, Wuling Eksion PHEV datang dengan formula yang cukup kuat. Ia punya mesin 1.5 liter dan motor listrik dengan output yang terdengar sehat, jarak tempuh kombinasi di atas 1.000 km, baterai plug-in, layar besar. Suspensi independen, ADAS Level 2, enam airbag, dan konfigurasi kabin 7 penumpang. Di atas kertas, ini adalah kombinasi yang sangat relevan untuk pasar Indonesia. Terutama bagi keluarga yang ingin SUV lega tetapi juga mulai melirik elektrifikasi.

Yang membuatnya semakin menarik, Wuling tidak menjual Eksion PHEV sebagai mobil eksperimen niche. Ia justru diposisikan langsung untuk keluarga modern, dengan penekanan pada kenyamanan, efisiensi, dan fitur keselamatan. Itu berarti Eksion PHEV sedang masuk ke salah satu area pasar yang paling penting saat ini. Yakni konsumen yang ingin naik kelas teknologi tanpa merasa harus mengorbankan kepraktisan harian.

Jadi ketika orang bertanya apa isi utama dari spesifikasi Wuling Eksion PHEV, jawabannya cukup jelas. Tenaganya tidak malu malu, fitur keselamatannya modern, ADAS sudah masuk Level 2, dan karakter produknya diarahkan untuk keluarga yang ingin SUV elektrifikasi dengan rasa pakai yang lebih tenang.